09/08/2026

Pitaloka dan DPRD Jabar Bahas Sinergi Pemberdayaan Perempuan

3 min read

Pakusarakan.com, Bandung — Pengurus Pusat Pitaloka membuka peluang sinergi program pemberdayaan perempuan bersama Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Siti Muntamah Oded atau yang akrab disapa Ummi Oded.

Peluang kolaborasi tersebut mengemuka dalam audiensi Pengurus Pusat Pitaloka dengan Ummi Oded di ruang Komisi V Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Bandung, Jumat (7/8/2026). Pertemuan yang berlangsung sekitar pukul 11.00 WIB itu dihadiri Ketua Umum Pengurus Pusat Pitaloka, Dr. Hj. Euis Purnama, bersama delapan pengurus inti.

Baca juga: Euis Purnama Bangga terhadap Distrik Pitaloka AMS Kota Sukabumi

Dalam audiensi tersebut, Euis Purnama memperkenalkan jajaran pengurus sekaligus memaparkan sejarah, struktur organisasi, makna lambang Pitaloka, serta sejumlah program yang telah dan akan dilaksanakan.

“Pitaloka memiliki delapan bidang, di antaranya organisasi dan kaderisasi, politik, hukum dan HAM, serta bidang lainnya,” ujar Euis.

Menurut Euis, Pitaloka memiliki jaringan organisasi di 27 kabupaten/kota di Jawa Barat yang terdiri atas distrik, rayon, dan subrayon. Organisasi tersebut juga memiliki perwakilan di sejumlah daerah di luar Jawa Barat, antara lain Sumatera Barat, Sumatera Utara, Bali, dan Kepulauan Riau.

Selama tiga tahun terakhir, Pitaloka telah menjalankan sejumlah program, di antaranya Seminar Kepemimpinan Perempuan Siliwangi, kaderisasi berjenjang, pelatihan kewirausahaan mandiri, seminar empat pilar kebangsaan, serta membuka ruang konsultasi hukum bagi masyarakat.

Pitaloka juga tengah menyiapkan sejumlah program baru. Dalam waktu dekat, organisasi tersebut akan meluncurkan senam yang diciptakan oleh pengurus Pitaloka. Selain itu, Pitaloka akan menggelar pendidikan dan pelatihan digital marketing, terutama bagi anggota yang menjalankan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Program digital marketing dinilai penting untuk meningkatkan kemampuan anggota dalam memasarkan produk dan mengembangkan usaha di tengah perkembangan ekonomi digital.

Baca juga: Pj. Ketum AMS: Kader Pitaloka AMS adalah Agen-agen Pakusarakan

Di sisi lain, keterbatasan dukungan anggaran pemerintah membuat Pitaloka berupaya membangun kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk kalangan profesional dan politisi yang memiliki kesamaan visi dan program. Sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat kegiatan pemberdayaan dan mendorong kemajuan perempuan.

Dorong Program Kreatif Tanpa Bergantung Anggaran

Menanggapi pemaparan Pitaloka, Ummi Oded mengapresiasi konsistensi organisasi tersebut dalam menjalankan berbagai kegiatan. Ia menilai Pitaloka tetap aktif bergerak meskipun menghadapi keterbatasan dukungan anggaran.

Ummi Oded mengatakan efisiensi anggaran saat ini berlangsung di berbagai lini, termasuk di lingkungan legislatif. Karena itu, organisasi masyarakat dinilai perlu mengembangkan program kreatif dengan memanfaatkan potensi yang tersedia.

Ia kemudian menawarkan sejumlah gagasan yang dapat dikembangkan Pitaloka, salah satunya ruang bercerita. Program tersebut dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk berbagi pengalaman sekaligus membantu proses penyembuhan luka batin.

Selain itu, Pitaloka dinilai dapat mengembangkan program parenting untuk meningkatkan pemahaman orang tua mengenai pola pengasuhan dan pendidikan anak di lingkungan keluarga. Kegiatan edukasi tersebut juga dapat dikombinasikan dengan aktivitas Posyandu.

Ummi Oded juga mendorong Pitaloka melihat pengelolaan sampah sebagai peluang pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, apabila dikelola secara tepat, sampah tidak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga dapat menghasilkan nilai ekonomi.

“Dengan pengelolaan yang tepat, sampah tidak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga dapat memberikan nilai ekonomi,” demikian gagasan yang disampaikan Ummi Oded dalam pertemuan tersebut.

Untuk menindaklanjuti berbagai peluang tersebut, Ummi Oded meminta Pitaloka menyusun program kerja secara terarah berdasarkan tiga tahapan, yakni jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang.

Program tersebut selanjutnya diharapkan dapat disampaikan kepada Ummi Oded untuk dikaji dan dilihat peluang sinerginya.

Audiensi tersebut menjadi langkah awal bagi Pitaloka untuk memperluas jejaring sekaligus membuka ruang kolaborasi dalam bidang pemberdayaan perempuan, UMKM, pendidikan keluarga, dan berbagai persoalan sosial di masyarakat.

Menutup pertemuan, Ummi Oded menyampaikan pesan optimistis kepada jajaran Pengurus Pusat Pitaloka.

“Solusi datang tepat pada waktunya,” ujar Ummi Oded.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *