24/04/2026

Karawang Siap All Out, Kongres XI AMS Usung Tema Kebangkitan Nilai Luhur

2 min read

Pakusarakan.com— Kabupaten Karawang bersiap menjadi tuan rumah Kongres XI Angkatan Muda Siliwangi (AMS) dengan komitmen penuh. Ketua Distrik AMS Kabupaten Karawang, Suryana, SH, menegaskan bahwa seluruh elemen organisasi di daerahnya akan bergerak maksimal demi menyukseskan perhelatan tersebut.

Baca juga: Sambut Kongres XI, AMS Tetapkan Karawang Sebagai Tuan Rumah dan Munculkan Empat Kandidat Ketum

Penunjukan Karawang sebagai tuan rumah, menurut Suryana, bukanlah proses yang mudah. Sejumlah distrik lain turut mengajukan diri dengan kapasitas yang tidak kalah kuat.

“Walaupun waktu itu tidak mudah ketika Distrik Karawang dijadikan tuan rumah, saya tidak menyangka bakal dipercaya,” ujarnya.

Ia menyebut, secara internal penunjukan ini menjadi kebanggaan sekaligus prestasi tersendiri bagi AMS Karawang. Untuk itu, pihaknya memastikan kesiapan penuh dalam pelaksanaan kongres.

“Insyaallah di dalam pelaksanaan nanti Karawang akan all out. Keluarga besar AMS di Karawang akan berjibaku untuk mensukseskan pelaksanaan Kongres,” katanya.

Suryana menambahkan, momentum kongres juga menjadi ajang untuk menegaskan eksistensi AMS di tengah masyarakat. Ia menekankan bahwa organisasi harus hadir sebagai mitra kritis pemerintah, bukan sekadar pendukung.

Menurutnya, AMS harus mampu mendorong program yang berpihak kepada rakyat, sekaligus berani mengoreksi kebijakan yang dinilai tidak tepat.

“Ketika program pemerintah ini tidak bermanfaat, tanpa dikomando, AMS akan paling depan memperjuangkan agar kembali ke rakyat,” tegasnya.

Tema Kongres 

Sementara itu, Panitia Pengarah (Steering Committee/SC) Kongres XI AMS mengusulkan tema: “Ngalanglang ngahudang dangiang, diasuh ku pangaweruh, diasah ku kanyaah” yang diterjemahkan sebagai: “Jelajah titah tegakan marwah, diasuh ilmu, diasah rasa.”

SC menjelaskan bahwa tema tersebut sarat makna filosofis khas nilai kesundaan yang memadukan dimensi spiritualitas, intelektualitas, dan kemanusiaan.

Tema ini menggambarkan perjalanan reflektif dalam membangkitkan kembali nilai-nilai luhur AMS, sekaligus reaktualisasi peran organisasi secara lebih substantif.

Frasa “diasuh ku pangaweruh” menegaskan pentingnya ilmu pengetahuan sebagai landasan berpikir dan bertindak, sementara “diasah ku kanyaah” menekankan pentingnya kasih sayang, empati, dan nilai kemanusiaan dalam setiap langkah organisasi.

Dengan tema ini, peserta kongres diajak untuk menyelami kembali nilai-nilai luhur, mengembangkan diri melalui ilmu pengetahuan, serta menyeimbangkan kecerdasan dan rasa kemanusiaan.

Gudang Kader dan Konsolidasi

Suryana juga menyoroti munculnya sejumlah kandidat calon Ketua Umum AMS sebagai indikator kuatnya kaderisasi.

“Di AMS ini gudangnya kaderisasi, gudangnya para pemimpin. Bahkan kalau bisa lebih dari empat calon, itu lebih baik,” ujarnya.

Ia menambahkan, Distrik Karawang akan menentukan arah dukungan berdasarkan kualitas program yang ditawarkan para kandidat.

Selain itu, ia menekankan pentingnya pembinaan organisasi secara berkelanjutan.

“Tanpa pembinaan, AMS nampaknya hanya buang energi. Ngumpulnya banyak tapi tidak berkualitas,” katanya.

Soliditas di Tengah Perbedaan

Suryana turut menyoroti keunikan AMS sebagai organisasi yang tetap solid meski anggotanya memiliki latar belakang politik yang beragam.

“Ketika membawa warna berbeda, ya bertarung. Tapi setelah itu selesai, kembali ke Siliwangi-nya. Ini yang luar biasa,” ujarnya.

Dalam hal persiapan, AMS Karawang telah melakukan konsolidasi organisasi, penguatan struktur kepengurusan melalui reshuffle, serta pelaksanaan Musyawarah Rayon (Musra) di seluruh wilayah.

Langkah tersebut diharapkan mampu memastikan Kongres XI AMS berjalan sukses sekaligus menjadi momentum kebangkitan nilai-nilai luhur organisasi. (Ipur)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *