03/04/2025

Wakil Walikota Cimahi: Saya Hari Ini Adalah Hasil Filosofi AMS

3 min read

Pakusarakan.com- Pengurus AMS Distrik Kota Cimahi mendapat tantangan dari Wakil Walikota Cimahi, Adhitia Yudisthira S.E,.Ak.,CA, untuk lebih aktif berkontribusi bagi pembangunan Kota Cimahi. Hal tersebut disampaikan Kang Adhit dalam sambutan yang disampaikan pada acara pelantikan Pengurus Distrik AMS Kota Cimahi periode 2025-2030, Senin (24/02) di Techno Park Kota Cimahi.

Distrik AMS Kota Cimahi, dikatakan Kang Adhit, harus ambil bagian dari visi dan misi Pemerintahan Kota Cimahi tahun 2026-2031. “AMS silahkan mengikuti perencanaan sehingga ada beberapa program yang bisa dikolaborasikan (antara AMS dengan Pemkot Cimahi). Saya harap, ke depannya, kolaborasi dan aksi nyata AMS lebih kepada hal-hal yang bersifat mendukung progres pembangungan Kota Cimahi. Mumpung Cimahi hari ini adalah Cimahi yang berbeda. Kami mengusung visi dan misi MANTAP, yang merupakan akronim Maju, Agamis, Nyaman, Teladan, Aman, Produktif. Mangga, silahkan, AMS mau mengambil yang mana (dari aspek visi misi Kota Cimahi tersebut).”

Perhatian khusus Wakil  Walikota terhadap AMS ini bukan merupakan “imbalan” atas dukungan keluarga besar AMS bagi kemenangannya. Lebih dari itu, Kang Adhit mengakui peran AMS dalam membentuk jati dirinya bahkan jauh sebelum pemilihan walikota. “Siapa yang kenal Adhit di Cimahi? Namanya tiba-tiba ada. Ujug-ujug daftar, ujug-ujug meunang. Apa yang terjadi pada diri saya di usia baru 33 tahun adalah hasil investasi sosial almarhum ayah saya yang diberikan kepada keluarga besar AMS. Sudah termaktub dalam Wangsit Siliwangi ‘buah alaeun na, alaeun anak-incuna’.”

Kang Adhit memang “pituin” AMS. Ayahnya, almarhum Drs. H. Yoga Heryanto, merupakan senior AMS dan ibunya, Dr. Hj. Euis Purnama, MM.Pd, saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Pitaloka AMS. Tidak mengherankan jika Kang Adhit mewarisi nilai dan filosofi AMS dalam kepemimpinannya yaitu ‘nyungkemkeun aci ning asih ka lemah cai ku wening ati, ngabakti jiwa raga ka nagara ku balungbang rasa’.

Tidak mengherankan jika pada hari itu Kang Adhit ditetapkan sebagai Ketua Dewan Penasehat AMS Distrik Kota Cimahi periode 2025-2030. Sementara kepengurusan AMS Distrik Kota Cimahi sendiri berada di bawah kepemimpinan Bambang Sumirat, A.Md sebagai Ketua, Endang Suherman sebagai Sekretaris dan Desti Wulansari sebagai Bendahara.

Sebagai amanat bagi kepengurusan yang baru dilantik, Drs. Rully H. Alfiady, penjabat (Pj.) Ketua Umum Pengurus Pusat AMS meminta segenap organ dan kader AMS Kota Cimahi untuk lebih solid. “Di bawah kepemimpinan saya, tidak ada lagi IMA-AMS jalan sendiri, Pitaloka AMS jalan sendiri, Badan Otonom jalan sendiri. Semua harus berkoordinasi, satu sikap! Distrik AMS adalah “kepala keluarga” di masing-masing daerah.”

Kang Rully mencontohkan, meskipun secara struktural Pitaloka AMS dan IMA-AMS masing-masing memiliki Ketua Umum di tingkat pusatnya namun, dalam hal kepentingan lokal di masing-masing distrik, harus tunduk dan patuh pada keputusan distrik AMS. “Ketika sudah menjadi keputusan keluarga besar AMS, suka-tidak suka, menang atau kalah, segala resiko harus dihadapi bersama.”

Sebagai langkah strategis pengembangan AMS lima tahun kedepan, Kang Rully meminta AMS untuk berkiprah dengan aksi nyata di tingkat desa/kelurahan di setiap distrik AMS. Untuk itu, diharapkan, seluruh distrik AMS untuk segera melakukan konsolidasi dengan membentuk kepengurusan Rayon di seluruh desa/kelurahan masing-masing kota/kabupaten. “Setiap Distrik harus memiliki kepengurusan di tingkat Rayon dan setiap Rayon harus memiliki kepengurusan, sekurang-kurangnya, 2 kali jumlah desa/kelurahan dan tersebar di seluruh desa/kelurahan. Jadi, sebagai contoh, jika di satu kecamatan terdapat enam desa/kelurahan maka pengurus rayon cukup 12 orang,” pungkasnya. (Pakusarakan.com/Ipur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *